Drama di Luzhniki: Adu Penalti Rusia vs Kroasia, Perpisahan Pahit Sang Tuan Rumah
Table of Content
Drama di Luzhniki: Adu Penalti Rusia vs Kroasia, Perpisahan Pahit Sang Tuan Rumah

Stadion Luzhniki, Moscow, 7 Juli 2018. Suasana tegang membungkus stadion megah tersebut. Laga perempat final Piala Dunia 2018 antara tuan rumah Rusia dan Kroasia telah mencapai babak adu penalti. Mimpi Rusia untuk melaju lebih jauh di turnamen yang mereka selenggarakan sendiri, kini bergantung pada keberuntungan dan ketenangan saraf para algojo penalti. Pertandingan yang telah menyuguhkan drama luar biasa selama 120 menit, berlanjut ke babak penentuan yang penuh tekanan dan emosi.
Sepanjang 90 menit waktu normal, kedua tim menampilkan pertarungan sengit dan menghibur. Rusia, yang tampil di atas ekspektasi sepanjang turnamen, menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Dukungan penuh stadion yang membara menjadi suntikan adrenalin bagi para pemain Sbornaya. Namun, Kroasia, dengan skuad bertabur bintang dan pengalaman internasional yang melimpah, tak mudah dikalahkan. Mereka menunjukkan kelas dan kualitas permainan yang tinggi, mengimbangi serangan-serangan Rusia dengan efektif.
Gol pembuka tercipta di menit ke-31 melalui Denis Cheryshev. Tendangan voli pemain sayap Rusia itu tak mampu dihentikan kiper Kroasia, Danijel Subašić. Stadion Luzhniki pun meledak dalam euforia. Gol ini menjadi bukti ketajaman serangan Rusia dan membakar semangat para pendukung tuan rumah. Namun, keunggulan Rusia tak bertahan lama. Andrej Kramarić menyamakan kedudukan di menit ke-39 melalui gol sundulannya memanfaatkan umpan silang yang akurat. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Babak kedua berlangsung dengan tempo yang tak kalah cepat dan menegangkan. Kedua tim saling jual beli serangan, menciptakan peluang-peluang emas. Namun, ketangguhan pertahanan kedua tim dan kehebatan para kiper membuat skor imbang tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Dua babak tambahan waktu (masing-masing 15 menit) juga tak mampu menghasilkan gol. Kedua tim tampak kelelahan, namun tetap berjuang keras untuk mencetak gol kemenangan. Ketegangan mencapai puncaknya. Para pemain terlihat kepayahan, namun semangat juang mereka tetap menyala. Peluang-peluang emas tercipta di kedua sisi, namun lagi-lagi, keberuntungan dan ketangguhan pertahanan menjadi penentu. Skor tetap 1-1 hingga babak perpanjangan waktu berakhir. Nasib Rusia dan Kroasia kini berada di tangan para algojo penalti.
Adu penalti, sebuah babak yang selalu dipenuhi drama dan tekanan luar biasa, dimulai. Setiap tendangan menjadi momen penentu bagi nasib masing-masing tim. Ketegangan terasa mencekam di stadion, bahkan bagi penonton yang menyaksikan di rumah melalui layar televisi. Setiap tendangan penalti diiringi doa dan harapan dari jutaan pasang mata.
Rusia memulai adu penalti dengan tenang. Sergey Ignashevich sukses menjalankan tugasnya sebagai penendang pertama. Namun, Kroasia juga tak mau kalah. Ivan Rakitić berhasil mencetak gol. Ketegangan terus meningkat. Kedua tim silih berganti mencetak gol. Mario Mandžukić dan Fedor Smolov sukses menjalankan tugasnya. Namun, Luka Modrić, kapten Kroasia, juga menunjukkan ketenangannya di bawah tekanan dan mencetak gol.
Kemudian, momen krusial terjadi. Daler Kuzyaev, pemain Rusia, gagal mencetak gol. Tendangannya melambung tinggi di atas mistar gawang. Stadion Luzhniki terdiam sejenak. Tekanan semakin terasa bagi Rusia. Kroasia mendapatkan kesempatan emas untuk unggul. Ivan Perišić sukses mencetak gol, memperlebar jarak menjadi 3-2 untuk Kroasia.
Selanjutnya, Artem Dzyuba, striker andalan Rusia, maju sebagai penendang. Tanggung jawab besar ada di pundaknya. Ia harus mencetak gol untuk menjaga asa Rusia tetap hidup. Namun, tendangannya berhasil ditepis oleh Subašić. Stadion Luzhniki seakan runtuh. Mimpi Rusia untuk melaju ke semifinal pupus sudah. Kroasia unggul 3-2. Meskipun pemain Rusia lainnya, Igor Akinfeev, berhasil mencetak gol, keunggulan Kroasia tak terkejar.
Dengan skor akhir 4-3 untuk Kroasia, laga dramatis ini berakhir. Kroasia berhasil melaju ke semifinal Piala Dunia 2018, meninggalkan tuan rumah Rusia dengan kenangan pahit. Meskipun gagal melaju lebih jauh, Rusia telah menunjukkan perjuangan yang luar biasa sepanjang turnamen. Mereka berhasil melampaui ekspektasi banyak pihak dan memberikan kejutan yang menyenangkan bagi para pendukungnya.

Adu penalti Rusia vs Kroasia menjadi salah satu momen paling menegangkan dan dramatis dalam sejarah Piala Dunia. Keberanian, keuletan, dan ketegangan yang ditampilkan kedua tim telah menghibur jutaan penonton di seluruh dunia. Pertandingan ini menjadi bukti bahwa sepak bola tidak hanya tentang skill dan strategi, tetapi juga tentang mentalitas dan keberuntungan. Bagi Rusia, ini adalah akhir yang menyakitkan, namun juga pelajaran berharga yang akan diingat selamanya. Bagi Kroasia, ini adalah kemenangan yang diraih dengan susah payah, sebuah langkah penting menuju perjalanan mereka yang luar biasa di Piala Dunia 2018. Pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu laga perempat final Piala Dunia yang paling menegangkan dan tak terlupakan. Drama di Luzhniki akan selalu menjadi bagian dari sejarah Piala Dunia. Keberanian para pemain, kehebatan para kiper, dan tentunya, keberuntungan, menjadi faktor penentu dalam adu penalti yang penuh emosi ini. Kekalahan Rusia bukan akhir segalanya, melainkan awal dari perjalanan baru bagi sepak bola Rusia. Dan bagi Kroasia, ini hanyalah sebuah batu loncatan menuju mimpi-mimpi yang lebih besar.




