Pembagian Keuntungan dalam Sistem Waralaba
Waralaba adalah model bisnis di mana perusahaan induk (pewaralaba) memberikan lisensi kepada individu atau bisnis lain (pewaralaba) untuk menggunakan merek, produk, dan sistem operasi mereka. Sebagai imbalannya, pewaralaba membayar biaya awal dan persentase dari keuntungan mereka kepada pewaralaba.
Pembagian keuntungan dalam sistem waralaba biasanya didasarkan pada beberapa faktor, termasuk:
- Biaya awal: Biaya awal yang dibayarkan oleh pewaralaba kepada pewaralaba untuk mendapatkan hak menggunakan merek dan sistem mereka.
- Royalti: Persentase dari penjualan kotor yang dibayarkan oleh pewaralaba kepada pewaralaba secara berkelanjutan.
- Biaya pemasaran: Kontribusi yang dibayarkan oleh pewaralaba untuk mendanai kampanye pemasaran nasional dan lokal.
- Biaya pelatihan dan dukungan: Biaya yang dibayarkan oleh pewaralaba untuk pelatihan dan dukungan yang diberikan oleh pewaralaba.
Struktur pembagian keuntungan dapat bervariasi tergantung pada industri dan persyaratan spesifik dari perjanjian waralaba. Namun, secara umum, pembagian keuntungan dalam sistem waralaba dapat diuraikan sebagai berikut:
- Biaya awal: Biaya awal biasanya berkisar antara $10.000 hingga $50.000, tergantung pada industri dan ukuran waralaba.
- Royalti: Royalti biasanya berkisar antara 4% hingga 8% dari penjualan kotor.
- Biaya pemasaran: Biaya pemasaran biasanya berkisar antara 1% hingga 3% dari penjualan kotor.
- Biaya pelatihan dan dukungan: Biaya pelatihan dan dukungan biasanya berkisar antara 1% hingga 2% dari penjualan kotor.
Selain itu, beberapa perjanjian waralaba juga dapat mencakup ketentuan untuk:
- Biaya tambahan: Biaya tambahan yang dibayarkan oleh pewaralaba untuk layanan atau produk tambahan, seperti dukungan teknologi atau pengembangan produk.
- Pembayaran minimum: Jumlah minimum keuntungan yang harus dibayarkan oleh pewaralaba kepada pewaralaba, terlepas dari kinerja penjualan.
- Bonus kinerja: Bonus yang dibayarkan oleh pewaralaba kepada pewaralaba untuk kinerja penjualan yang melebihi target.
Pembagian keuntungan dalam sistem waralaba dirancang untuk memastikan bahwa kedua belah pihak mendapat manfaat dari hubungan tersebut. Pewaralaba menerima aliran pendapatan berkelanjutan dari royalti dan biaya lainnya, sementara pewaralaba mendapatkan keuntungan dari penggunaan merek, sistem, dan dukungan yang mapan.
Penting untuk dicatat bahwa pembagian keuntungan dalam sistem waralaba dapat dinegosiasikan antara pewaralaba dan pewaralaba. Namun, penting untuk memastikan bahwa struktur pembagian keuntungan adil dan menguntungkan kedua belah pihak.


