Franchise The Purge: Sebuah Fenomena Horor yang Mengganggu
Pendahuluan
Franchise The Purge adalah serial film horor distopia yang telah memikat penonton dengan premisnya yang mengerikan dan komentar sosialnya yang tajam. Dimulai dengan film pertama pada tahun 2013, waralaba ini telah berkembang menjadi empat film, sebuah serial televisi, dan beberapa novel grafis. Artikel ini akan menelusuri sejarah, tema, dan dampak budaya dari franchise The Purge.
Sejarah
Film pertama dalam franchise The Purge, yang disutradarai oleh James DeMonaco, dirilis pada tahun 2013. Film ini berlatar di Amerika Serikat distopia di mana pemerintah mengesahkan "Pembersihan Tahunan", sebuah periode 12 jam di mana semua kejahatan, termasuk pembunuhan, menjadi legal. Film ini mengikuti keluarga Sandin saat mereka berjuang untuk bertahan hidup selama Pembersihan.
Kesuksesan film pertama melahirkan sekuel, The Purge: Anarchy (2014), yang memperluas cakupan waralaba dengan mengeksplorasi Pembersihan di luar lingkungan pinggiran kota. Film ketiga, The Purge: Election Year (2016), berfokus pada seorang senator yang menjadi sasaran Pembersihan karena penentangannya terhadap acara tersebut. Film keempat, The First Purge (2018), merupakan prekuel yang menyelidiki asal-usul Pembersihan.
Tema
Franchise The Purge mengeksplorasi berbagai tema sosial dan politik yang mengganggu, termasuk:
- Kekerasan dan Kekejaman: Film-film ini menggambarkan kekerasan dan kekejaman yang mengerikan yang dilakukan selama Pembersihan, menantang penonton untuk merenungkan sifat kekerasan manusia.
- Perpecahan Sosial: Pembersihan memperburuk perpecahan sosial, karena orang kaya dan berkuasa dapat membeli keamanan sementara yang kurang beruntung menjadi sasaran.
- Pemerintahan Otoriter: Pemerintah dalam franchise The Purge adalah otoriter dan menggunakan Pembersihan untuk mengendalikan dan menindas penduduknya.
- Kegagalan Moral: Karakter dalam film-film ini sering dihadapkan pada dilema moral yang sulit, memaksa mereka untuk mempertanyakan nilai-nilai mereka dan batas-batas mereka.
Dampak Budaya
Franchise The Purge telah memiliki dampak budaya yang signifikan, memicu perdebatan tentang kekerasan, kesenjangan sosial, dan peran pemerintah. Film-film ini telah dikritik karena kekerasannya yang berlebihan, tetapi juga dipuji karena komentar sosialnya yang tajam.
Waralaba ini juga telah menginspirasi beberapa spin-off, termasuk serial televisi The Purge (2018-2019) dan beberapa novel grafis. Serial televisi ini memperluas dunia The Purge, mengeksplorasi dampak Pembersihan pada masyarakat dan individu.
Kesimpulan
Franchise The Purge adalah fenomena horor yang mengganggu yang telah memikat penonton dengan premisnya yang mengerikan dan komentar sosialnya yang tajam. Film-film ini mengeksplorasi tema-tema kekerasan, perpecahan sosial, pemerintahan otoriter, dan kegagalan moral, memaksa penonton untuk merenungkan sifat manusia dan masyarakat. Dampak budaya dari waralaba ini terus berlanjut, memicu perdebatan dan menginspirasi karya-karya baru.


