Franchise Tommy Hilfiger: Panduan Komprehensif
Pendahuluan
Tommy Hilfiger adalah merek fesyen global yang terkenal dengan gaya klasik Amerika dan estetika preppy. Sejak didirikan pada tahun 1985, Tommy Hilfiger telah berkembang menjadi salah satu merek waralaba paling sukses di dunia. Artikel ini akan memberikan panduan komprehensif tentang franchise Tommy Hilfiger, termasuk sejarah, model bisnis, persyaratan, dan potensi keuntungannya.
Sejarah
Tommy Hilfiger didirikan pada tahun 1985 oleh desainer Amerika dengan nama yang sama. Awalnya, merek ini berfokus pada pakaian pria, tetapi kemudian berkembang menjadi pakaian wanita, anak-anak, dan aksesori. Pada tahun 1992, Tommy Hilfiger meluncurkan lini pakaian dalam dan wewangian. Pada tahun 2006, perusahaan ini diakuisisi oleh Phillips-Van Heusen Corporation.
Model Bisnis
Tommy Hilfiger menggunakan model bisnis waralaba untuk memperluas jangkauannya secara global. Waralaba adalah perjanjian di mana perusahaan (pewaralaba) memberikan hak kepada individu atau bisnis (pewaralaba) untuk menggunakan merek, produk, dan sistem operasi mereka. Sebagai imbalannya, pewaralaba membayar biaya waralaba dan royalti yang sedang berlangsung.
Persyaratan Waralaba
Untuk menjadi pewaralaba Tommy Hilfiger, kandidat harus memenuhi persyaratan tertentu, antara lain:
- Kekayaan bersih: Minimal $1 juta
- Kekayaan likuid: Minimal $500.000
- Pengalaman ritel: Pengalaman sebelumnya dalam industri ritel sangat diutamakan
- Lokasi: Lokasi toko yang potensial harus berada di daerah dengan lalu lintas tinggi dan demografi yang sesuai
- Komitmen: Pewaralaba harus berkomitmen untuk mengoperasikan toko sesuai dengan standar Tommy Hilfiger
Biaya Waralaba
Biaya waralaba Tommy Hilfiger bervariasi tergantung pada ukuran dan lokasi toko. Biaya awal biasanya berkisar antara $300.000 hingga $1 juta. Selain itu, pewaralaba juga harus membayar royalti yang sedang berlangsung sebesar 6% dari penjualan kotor.
Potensi Keuntungan
Potensi keuntungan dari franchise Tommy Hilfiger sangat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti lokasi toko, manajemen, dan kondisi pasar. Namun, menurut situs web Tommy Hilfiger, pewaralaba dapat mengharapkan laba bersih antara 10% hingga 15% dari penjualan kotor.
Dukungan Waralaba
Tommy Hilfiger menyediakan berbagai dukungan kepada pewaralabanya, antara lain:
- Pelatihan: Pelatihan komprehensif tentang produk, operasi toko, dan layanan pelanggan
- Pemasaran: Dukungan pemasaran berkelanjutan, termasuk kampanye iklan dan promosi
- Dukungan operasional: Bantuan berkelanjutan dengan operasi toko, termasuk manajemen inventaris dan layanan pelanggan
Kesimpulan
Franchise Tommy Hilfiger adalah peluang bisnis yang menarik bagi individu dan bisnis yang ingin berinvestasi dalam merek fesyen global. Dengan model bisnis yang terbukti, persyaratan yang jelas, dan potensi keuntungan yang signifikan, franchise Tommy Hilfiger menawarkan jalan menuju kesuksesan bagi wirausahawan yang memenuhi syarat.


