Harga Franchise 2020: Panduan Komprehensif
Pendahuluan
Berinvestasi dalam waralaba dapat menjadi peluang bisnis yang menguntungkan, tetapi penting untuk memahami biaya yang terkait sebelum mengambil keputusan. Harga franchise bervariasi secara signifikan tergantung pada faktor-faktor seperti industri, ukuran, dan lokasi. Artikel ini akan memberikan panduan komprehensif tentang harga franchise pada tahun 2020, membantu calon pewaralaba membuat keputusan berdasarkan informasi.
Biaya Awal
Biaya awal waralaba adalah jumlah yang harus dibayarkan kepada pewaralaba untuk mendapatkan hak membuka dan mengoperasikan bisnis di bawah nama merek mereka. Biaya ini biasanya mencakup:
- Biaya waralaba: Biaya satu kali yang memberikan hak untuk menggunakan merek dagang, logo, dan sistem operasi pewaralaba.
- Biaya pelatihan: Biaya untuk pelatihan dan dukungan yang diberikan kepada pewaralaba baru.
- Biaya pengembangan: Biaya untuk mengembangkan lokasi waralaba, termasuk konstruksi, renovasi, dan perlengkapan.
- Biaya modal kerja: Biaya untuk menutupi pengeluaran operasional awal, seperti gaji, persediaan, dan pemasaran.
Biaya awal dapat berkisar dari puluhan ribu hingga jutaan dolar, tergantung pada industri dan ukuran waralaba.
Biaya Berkelanjutan
Selain biaya awal, pewaralaba juga harus membayar biaya berkelanjutan kepada pewaralaba. Biaya ini biasanya mencakup:
- Royalti: Persentase dari pendapatan kotor atau laba yang dibayarkan kepada pewaralaba sebagai imbalan atas penggunaan merek dan sistem mereka.
- Biaya pemasaran: Kontribusi ke dana pemasaran nasional yang digunakan untuk mempromosikan merek waralaba.
- Biaya teknologi: Biaya untuk menggunakan sistem teknologi dan perangkat lunak pewaralaba.
- Biaya dukungan: Biaya untuk dukungan berkelanjutan yang diberikan oleh pewaralaba, seperti pelatihan, konsultasi, dan bantuan operasional.
Biaya berkelanjutan dapat berkisar dari beberapa persen hingga lebih dari 10% dari pendapatan kotor.
Faktor yang Mempengaruhi Harga
Harga franchise dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk:
- Industri: Industri yang berbeda memiliki biaya awal dan berkelanjutan yang berbeda. Misalnya, waralaba makanan dan minuman biasanya memiliki biaya awal yang lebih rendah daripada waralaba layanan kesehatan atau pendidikan.
- Ukuran: Waralaba yang lebih besar biasanya memiliki biaya awal yang lebih tinggi daripada waralaba yang lebih kecil. Ini karena waralaba yang lebih besar memerlukan lebih banyak lokasi, pelatihan, dan dukungan.
- Lokasi: Lokasi waralaba dapat mempengaruhi biaya awal dan berkelanjutan. Misalnya, waralaba di daerah perkotaan biasanya memiliki biaya awal yang lebih tinggi daripada waralaba di daerah pedesaan.
- Reputasi pewaralaba: Waralaba dengan reputasi yang baik biasanya memiliki biaya awal yang lebih tinggi daripada waralaba dengan reputasi yang kurang baik. Ini karena pewaralaba dengan reputasi yang baik dapat membebankan premi untuk merek dan sistem mereka.
Cara Menemukan Waralaba yang Terjangkau
Menemukan waralaba yang terjangkau bisa jadi menantang, tetapi ada beberapa cara untuk meningkatkan peluang Anda:
- Riset: Luangkan waktu untuk meneliti waralaba yang berbeda dan membandingkan biaya awal dan berkelanjutan mereka.
- Pertimbangkan waralaba yang lebih kecil: Waralaba yang lebih kecil biasanya memiliki biaya awal yang lebih rendah daripada waralaba yang lebih besar.
- Cari lokasi di daerah yang kurang padat: Waralaba di daerah perkotaan biasanya memiliki biaya awal yang lebih tinggi daripada waralaba di daerah pedesaan.
- Negosiasi: Jangan takut untuk bernegosiasi dengan pewaralaba mengenai biaya awal dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Harga franchise dapat bervariasi secara signifikan, tetapi dengan memahami biaya awal dan berkelanjutan serta faktor-faktor yang mempengaruhi harga, calon pewaralaba dapat membuat keputusan berdasarkan informasi. Dengan melakukan riset, mempertimbangkan waralaba yang lebih kecil, mencari lokasi di daerah yang kurang padat, dan bernegosiasi, Anda dapat meningkatkan peluang Anda untuk menemukan waralaba yang terjangkau dan menguntungkan.


