Mampukah Franchise Bertahan dalam Keadaan Krisis?
Franchise telah lama menjadi pilihan investasi yang populer bagi para wirausahawan. Model bisnis yang telah terbukti, dukungan dari perusahaan induk, dan pengakuan merek yang kuat semuanya merupakan faktor yang membuat franchise menarik. Namun, seperti semua bisnis, franchise juga rentan terhadap krisis.
Krisis dapat datang dalam berbagai bentuk, seperti bencana alam, penurunan ekonomi, atau perubahan peraturan. Ketika krisis melanda, franchise harus siap untuk beradaptasi dan bertahan hidup.
Bagaimana Franchise Dapat Bertahan dalam Krisis
Ada sejumlah langkah yang dapat diambil franchise untuk meningkatkan peluang mereka bertahan hidup dalam krisis:
- Memiliki rencana krisis. Rencana krisis harus menguraikan langkah-langkah yang akan diambil franchise jika terjadi krisis. Rencana tersebut harus mencakup prosedur komunikasi, rencana evakuasi, dan strategi pemulihan.
- Menjaga komunikasi yang terbuka. Selama krisis, penting untuk menjaga komunikasi yang terbuka dengan karyawan, pelanggan, dan pemberi waralaba. Franchise harus memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu tentang situasi tersebut dan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasinya.
- Beradaptasi dengan perubahan. Franchise harus siap untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi selama krisis. Hal ini mungkin termasuk mengubah jam operasional, menawarkan layanan baru, atau beralih ke platform online.
- Membangun hubungan yang kuat. Franchise harus membangun hubungan yang kuat dengan karyawan, pelanggan, dan pemberi waralaba. Hubungan ini akan sangat penting selama masa krisis.
- Mencari bantuan. Jika franchise mengalami kesulitan selama krisis, mereka tidak boleh ragu untuk mencari bantuan. Ada sejumlah sumber daya yang tersedia untuk membantu franchise, seperti Asosiasi Waralaba Internasional dan Administrasi Bisnis Kecil.
Contoh Franchise yang Bertahan dalam Krisis
Ada sejumlah franchise yang telah berhasil bertahan hidup dalam krisis. Salah satu contohnya adalah McDonald’s. Selama Resesi Hebat, McDonald’s mampu mempertahankan penjualan dan keuntungannya dengan menawarkan makanan bernilai dan layanan pelanggan yang sangat baik.
Contoh lainnya adalah Starbucks. Selama pandemi COVID-19, Starbucks mampu beradaptasi dengan perubahan dengan menawarkan layanan pesan antar dan penjemputan di tepi jalan. Starbucks juga meluncurkan kampanye pemasaran baru yang berfokus pada keamanan dan kenyamanan.
Kesimpulan
Franchise dapat bertahan hidup dalam krisis jika mereka siap dan bersedia beradaptasi. Dengan mengikuti langkah-langkah yang diuraikan dalam artikel ini, franchise dapat meningkatkan peluang mereka untuk bertahan hidup dan bahkan berkembang selama masa-masa sulit.


