free hit counter

Modal Franchise Coffee Toffee

Modal Franchise Coffee Toffee

Memulai bisnis waralaba Coffee Toffee membutuhkan investasi modal yang signifikan. Jumlah modal yang dibutuhkan akan bervariasi tergantung pada lokasi, ukuran, dan jenis waralaba yang dipilih. Namun, secara umum, calon pewaralaba dapat mengharapkan untuk menginvestasikan antara Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar.

Biaya Awal

Biaya awal yang terkait dengan membuka waralaba Coffee Toffee meliputi:

  • Biaya waralaba: Ini adalah biaya satu kali yang dibayarkan kepada perusahaan induk untuk hak menggunakan merek, sistem, dan dukungan waralaba. Biaya waralaba untuk Coffee Toffee berkisar antara Rp 150 juta hingga Rp 300 juta.
  • Biaya lokasi: Ini adalah biaya untuk menyewa atau membeli lokasi untuk waralaba. Biaya lokasi akan bervariasi tergantung pada lokasi dan ukuran waralaba.
  • Biaya pembangunan: Ini adalah biaya untuk membangun atau merenovasi lokasi waralaba. Biaya pembangunan akan bervariasi tergantung pada ukuran dan kompleksitas waralaba.
  • Biaya peralatan: Ini adalah biaya untuk membeli peralatan yang diperlukan untuk mengoperasikan waralaba. Biaya peralatan untuk Coffee Toffee berkisar antara Rp 100 juta hingga Rp 200 juta.
  • Biaya persediaan: Ini adalah biaya untuk membeli persediaan awal, seperti biji kopi, bahan baku, dan persediaan pengemasan. Biaya persediaan untuk Coffee Toffee berkisar antara Rp 50 juta hingga Rp 100 juta.

Biaya Berkelanjutan

Selain biaya awal, pewaralaba Coffee Toffee juga akan dikenakan biaya berkelanjutan, seperti:

  • Royalti: Ini adalah persentase dari penjualan bruto yang dibayarkan kepada perusahaan induk secara berkala. Royalti untuk Coffee Toffee berkisar antara 5% hingga 7%.
  • Biaya pemasaran: Ini adalah biaya untuk memasarkan waralaba secara lokal. Biaya pemasaran akan bervariasi tergantung pada ukuran dan lokasi waralaba.
  • Biaya operasional: Ini adalah biaya untuk mengoperasikan waralaba sehari-hari, seperti biaya utilitas, gaji karyawan, dan biaya pemeliharaan. Biaya operasional akan bervariasi tergantung pada ukuran dan lokasi waralaba.

Pendanaan

Calon pewaralaba dapat mempertimbangkan berbagai opsi pendanaan untuk menutupi biaya modal awal dan berkelanjutan. Opsi pendanaan meliputi:

  • Tabungan pribadi: Menggunakan tabungan pribadi adalah cara paling umum untuk mendanai bisnis waralaba.
  • Pinjaman bank: Pinjaman bank adalah pilihan pendanaan lain yang tersedia bagi pewaralaba. Namun, pewaralaba harus memiliki riwayat kredit yang baik dan rencana bisnis yang kuat untuk memenuhi syarat untuk pinjaman bank.
  • Investor malaikat: Investor malaikat adalah individu kaya yang berinvestasi di bisnis rintisan dan waralaba. Investor malaikat dapat memberikan modal yang signifikan, tetapi mereka biasanya mengharapkan pengembalian investasi yang tinggi.
  • Modal ventura: Modal ventura adalah jenis pendanaan yang disediakan oleh perusahaan investasi yang berinvestasi di bisnis yang berpotensi tinggi. Modal ventura dapat memberikan modal yang signifikan, tetapi biasanya melibatkan pengenceran kepemilikan.

Kesimpulan

Memulai bisnis waralaba Coffee Toffee membutuhkan investasi modal yang signifikan. Namun, dengan perencanaan dan persiapan yang matang, calon pewaralaba dapat mengamankan pendanaan yang diperlukan untuk membuka dan mengoperasikan waralaba yang sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu