perbedaan digital pr dan digital marketing
Table of Content
Digital PR vs. Digital Marketing: Dua Sisi Mata Uang yang Sama-Sama Penting

Dalam era digital yang serba cepat ini, bisnis dituntut untuk hadir secara online dan membangun citra positif di mata publik. Untuk mencapai tujuan tersebut, dua strategi kunci seringkali digunakan: Digital Public Relations (Digital PR) dan Digital Marketing. Meskipun keduanya saling berkaitan dan berkontribusi pada kesuksesan bisnis secara keseluruhan, namun keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam pendekatan, tujuan, dan metrik keberhasilan. Memahami perbedaan ini sangat krusial bagi bisnis untuk mengalokasikan sumber daya secara efektif dan mencapai hasil yang optimal.
Digital Public Relations (Digital PR): Membangun Reputasi dan Kepercayaan
Digital PR berfokus pada membangun dan mengelola reputasi online suatu brand atau individu. Ini melibatkan membangun hubungan yang kuat dengan media, influencer, dan publik secara umum melalui berbagai saluran digital. Tujuan utamanya bukanlah untuk langsung menghasilkan penjualan, melainkan untuk meningkatkan kesadaran merek, membangun kepercayaan, dan membentuk persepsi positif di benak target audiens. Bayangkan Digital PR sebagai upaya untuk membangun fondasi yang kokoh bagi bisnis Anda di dunia maya.
Berikut beberapa aktivitas kunci dalam Digital PR:
- Media Relations: Membangun dan memelihara hubungan dengan jurnalis dan blogger untuk mendapatkan publisitas positif melalui artikel, ulasan, dan wawancara. Ini melibatkan penyebaran siaran pers digital, penawaran wawancara eksklusif, dan pemantauan media untuk melihat bagaimana merek tersebut dibicarakan online.
- Influencer Marketing (untuk membangun reputasi): Berkolaborasi dengan influencer yang relevan untuk mempromosikan merek melalui konten yang otentik dan bermakna. Fokusnya bukan pada penjualan langsung, melainkan pada membangun kredibilitas dan kepercayaan melalui rekomendasi dari pihak ketiga yang terpercaya.
- Crisis Communication: Mengelola dan merespon krisis reputasi secara efektif di dunia digital. Ini melibatkan pemantauan media sosial untuk mendeteksi potensi krisis, merumuskan strategi komunikasi krisis, dan merespon kritik atau isu negatif secara tepat dan profesional.
- Search Engine Optimization (SEO) untuk reputasi: Meskipun SEO juga merupakan bagian dari digital marketing, dalam konteks Digital PR, SEO difokuskan pada meningkatkan peringkat pencarian untuk berita dan konten positif tentang merek tersebut. Tujuannya adalah untuk muncul di hasil pencarian teratas ketika orang mencari informasi tentang merek tersebut.
- Content Marketing (untuk reputasi): Menciptakan konten berkualitas tinggi yang informatif dan menarik untuk membangun otoritas dan kepercayaan. Konten ini dapat berupa blog post, artikel, video, infografis, dan lain sebagainya, yang bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi audiens dan memperkuat reputasi merek.
- Online Reputation Management (ORM): Memantau dan mengelola reputasi online merek dengan aktif merespon ulasan, komentar, dan mention di media sosial dan platform online lainnya. ORM bertujuan untuk memastikan bahwa informasi yang beredar tentang merek tersebut akurat dan positif.

Metrik Keberhasilan Digital PR:
Metrik keberhasilan Digital PR berbeda dengan digital marketing. Alih-alih fokus pada angka penjualan, Digital PR lebih menekankan pada:
- Jumlah mention merek di media: Semakin banyak merek dibicarakan secara positif di media online, semakin baik reputasinya.
- Sentimen media: Analisis sentimen menunjukan apakah pemberitaan tentang merek cenderung positif, negatif, atau netral.
- Jangkauan media: Seberapa luas jangkauan pemberitaan tentang merek tersebut.
- Peringkat pencarian untuk kata kunci terkait merek: Meningkatnya peringkat pencarian untuk kata kunci yang relevan menunjukkan peningkatan visibilitas dan reputasi online.
- Perubahan dalam persepsi merek: Apakah persepsi publik terhadap merek telah membaik setelah kampanye Digital PR.
Digital Marketing: Meningkatkan Penjualan dan Konversi
Digital marketing, di sisi lain, berfokus pada promosi produk atau layanan untuk menghasilkan penjualan dan konversi. Ini melibatkan penggunaan berbagai saluran digital untuk menjangkau target audiens dan mendorong mereka untuk melakukan tindakan tertentu, seperti membeli produk, mendaftar newsletter, atau mengisi formulir. Digital marketing lebih berorientasi pada hasil dan dapat diukur secara langsung melalui metrik penjualan dan konversi. Bayangkan Digital Marketing sebagai mesin yang menghasilkan penjualan bagi bisnis Anda.
Berikut beberapa aktivitas kunci dalam Digital Marketing:
- Search Engine Optimization (SEO) untuk penjualan: Mengoptimalkan website agar muncul di hasil pencarian teratas untuk kata kunci yang relevan dengan produk atau layanan yang ditawarkan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan trafik website dan menghasilkan penjualan.
- Search Engine Marketing (SEM) / Pay-Per-Click (PPC): Menggunakan iklan berbayar di mesin pencari seperti Google untuk menjangkau target audiens yang spesifik. PPC memungkinkan bisnis untuk mengendalikan anggaran iklan dan mengukur ROI secara langsung.
- Social Media Marketing: Memanfaatkan platform media sosial untuk berinteraksi dengan target audiens, membangun komunitas, dan mempromosikan produk atau layanan.
- Email Marketing: Menggunakan email untuk berkomunikasi dengan pelanggan dan prospek, mempromosikan produk atau layanan, dan membangun hubungan jangka panjang.
- Content Marketing (untuk penjualan): Menciptakan konten yang menarik dan informatif untuk menarik dan mengonversi prospek menjadi pelanggan. Konten ini dapat berupa blog post, artikel, video, infografis, dan lain sebagainya, yang bertujuan untuk memberikan informasi tentang produk atau layanan dan mendorong penjualan.
- Affiliate Marketing: Berkolaborasi dengan afiliasi untuk mempromosikan produk atau layanan dan mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang dihasilkan.
- Influencer Marketing (untuk penjualan): Berkolaborasi dengan influencer untuk mempromosikan produk atau layanan dan mendorong penjualan langsung.
Metrik Keberhasilan Digital Marketing:
Metrik keberhasilan digital marketing berfokus pada hasil yang terukur, seperti:
- Jumlah penjualan: Jumlah produk atau layanan yang terjual sebagai hasil dari kampanye digital marketing.
- Konversi: Jumlah prospek yang berubah menjadi pelanggan.
- Return on Investment (ROI): Rasio antara keuntungan dan biaya yang dikeluarkan untuk kampanye digital marketing.
- Trafik website: Jumlah pengunjung yang mengunjungi website.
- Engagement di media sosial: Jumlah like, share, dan komentar di postingan media sosial.
- Click-Through Rate (CTR): Persentase orang yang mengklik iklan atau tautan.
Hubungan Simbiosis Mutualisme antara Digital PR dan Digital Marketing
Meskipun memiliki perbedaan yang jelas, Digital PR dan Digital Marketing saling melengkapi dan mendukung satu sama lain. Digital PR yang efektif dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan merek, yang pada gilirannya dapat meningkatkan efektivitas kampanye digital marketing. Sebaliknya, keberhasilan kampanye digital marketing dapat memperkuat reputasi merek dan memberikan materi untuk kampanye Digital PR. Bayangkan sebuah lingkaran yang saling memperkuat. Publisitas positif dari Digital PR dapat meningkatkan trafik website, yang kemudian dapat dikonversi menjadi penjualan melalui strategi Digital Marketing.
Kesimpulannya, Digital PR dan Digital Marketing merupakan dua strategi yang saling berkaitan namun memiliki tujuan dan pendekatan yang berbeda. Memahami perbedaan ini dan menerapkan kedua strategi secara terintegrasi akan membantu bisnis membangun citra yang positif, meningkatkan kepercayaan, dan mencapai tujuan bisnis secara keseluruhan. Keduanya merupakan investasi jangka panjang yang vital untuk keberhasilan bisnis di era digital. Jangan melihatnya sebagai pilihan antara satu atau lainnya, melainkan sebagai dua sisi mata uang yang sama-sama penting untuk mencapai kesuksesan.



