free hit counter

Perhitungan Kemitraan Ayam Broiler 2018

Perhitungan Kemitraan Ayam Broiler 2018

Pendahuluan

Industri perunggasan merupakan salah satu sektor yang penting dalam perekonomian Indonesia. Ayam broiler menjadi salah satu jenis unggas yang banyak dibudidayakan karena permintaan pasar yang tinggi. Kemitraan menjadi salah satu model bisnis yang banyak digunakan dalam budidaya ayam broiler.

Perhitungan Kemitraan Ayam Broiler

Dalam kemitraan ayam broiler, terdapat dua pihak yang terlibat, yaitu perusahaan inti dan mitra. Perusahaan inti menyediakan DOC (Day Old Chick), pakan, obat-obatan, dan bimbingan teknis. Sementara itu, mitra menyediakan kandang, tenaga kerja, dan modal.

Perhitungan kemitraan ayam broiler meliputi beberapa aspek berikut:

1. Modal

Modal yang dibutuhkan dalam kemitraan ayam broiler terdiri dari:

  • Modal kandang
  • Modal pembelian DOC
  • Modal pakan
  • Modal obat-obatan
  • Modal operasional

2. Bagi Hasil

Bagi hasil dalam kemitraan ayam broiler biasanya dilakukan berdasarkan persentase. Persentase bagi hasil ditentukan berdasarkan kesepakatan antara perusahaan inti dan mitra. Umumnya, bagi hasil berkisar antara 60% untuk perusahaan inti dan 40% untuk mitra.

3. Biaya Operasional

Biaya operasional dalam kemitraan ayam broiler meliputi:

  • Biaya pakan
  • Biaya obat-obatan
  • Biaya tenaga kerja
  • Biaya listrik
  • Biaya air

4. Pendapatan

Pendapatan dalam kemitraan ayam broiler diperoleh dari penjualan ayam broiler. Harga jual ayam broiler ditentukan oleh pasar.

5. Keuntungan

Keuntungan dalam kemitraan ayam broiler diperoleh dari selisih antara pendapatan dan biaya operasional. Keuntungan dibagi antara perusahaan inti dan mitra sesuai dengan persentase bagi hasil yang telah disepakati.

Contoh Perhitungan Kemitraan Ayam Broiler

Berikut adalah contoh perhitungan kemitraan ayam broiler dengan asumsi berikut:

  • Jumlah DOC: 10.000 ekor
  • Harga DOC: Rp1.000/ekor
  • Harga pakan: Rp2.500/kg
  • Kebutuhan pakan: 2 kg/ekor
  • Harga obat-obatan: Rp500.000
  • Biaya tenaga kerja: Rp1.000.000
  • Biaya listrik: Rp500.000
  • Biaya air: Rp200.000
  • Harga jual ayam broiler: Rp20.000/kg
  • Berat ayam broiler: 2 kg/ekor

Modal

  • Modal kandang: Rp10.000.000
  • Modal pembelian DOC: Rp10.000.000
  • Modal pakan: Rp50.000.000
  • Modal obat-obatan: Rp500.000
  • Modal operasional: Rp2.200.000

Total Modal: Rp72.700.000

Bagi Hasil

  • Perusahaan inti: 60%
  • Mitra: 40%

Biaya Operasional

  • Biaya pakan: Rp50.000.000
  • Biaya obat-obatan: Rp500.000
  • Biaya tenaga kerja: Rp1.000.000
  • Biaya listrik: Rp500.000
  • Biaya air: Rp200.000

Total Biaya Operasional: Rp52.200.000

Pendapatan

  • Jumlah ayam broiler: 10.000 ekor
  • Berat ayam broiler: 2 kg/ekor
  • Total berat ayam broiler: 20.000 kg
  • Harga jual ayam broiler: Rp20.000/kg

Total Pendapatan: Rp400.000.000

Keuntungan

  • Pendapatan: Rp400.000.000
  • Biaya Operasional: Rp52.200.000

Keuntungan: Rp347.800.000

Bagi Hasil Keuntungan

  • Perusahaan inti: 60% x Rp347.800.000 = Rp208.680.000
  • Mitra: 40% x Rp347.800.000 = Rp139.120.000

Kesimpulan

Perhitungan kemitraan ayam broiler merupakan hal yang penting untuk dilakukan sebelum memulai usaha. Dengan melakukan perhitungan yang tepat, diharapkan kemitraan dapat berjalan dengan baik dan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu