Syarat Daftar Adsense 2016 di Web Non-Hosted: Panduan Lengkap untuk Pemula
Table of Content
Syarat Daftar Adsense 2016 di Web Non-Hosted: Panduan Lengkap untuk Pemula

Tahun 2016 menandai era yang berbeda dalam dunia periklanan online. Google Adsense, platform periklanan terbesar, telah mengalami beberapa perubahan signifikan dalam persyaratan pendaftarannya. Bagi pemilik website non-hosted, tantangan untuk memenuhi syarat dan diterima di Adsense menjadi lebih kompleks. Artikel ini akan membahas secara detail persyaratan pendaftaran Adsense tahun 2016 untuk website non-hosted, termasuk strategi untuk meningkatkan peluang penerimaan.
Memahami Website Non-Hosted
Sebelum membahas syarat pendaftaran, penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan website non-hosted. Berbeda dengan website hosted, di mana Anda memiliki kendali penuh atas server dan infrastruktur website, website non-hosted (juga dikenal sebagai website gratis atau platform blogging gratis) menggunakan platform pihak ketiga seperti Blogger, WordPress.com (versi gratis), atau platform serupa. Platform ini menyediakan layanan hosting, domain (seringkali subdomain seperti namaanda.blogspot.com), dan beberapa fitur dasar secara gratis. Namun, kontrol dan fleksibilitas Anda terhadap website terbatas.
Persyaratan Adsense 2016 untuk Website Non-Hosted: Tantangan dan Kesempatan
Meskipun Adsense menerima website non-hosted, persyaratannya lebih ketat dibandingkan dengan website hosted. Hal ini dikarenakan Google perlu memastikan kualitas konten dan kepatuhan terhadap kebijakan mereka di platform yang memiliki kendali lebih terbatas. Berikut detail persyaratannya yang berlaku pada tahun 2016:
1. Konten Berkualitas Tinggi dan Orisinal:
Ini merupakan syarat mutlak, baik untuk website hosted maupun non-hosted. Pada tahun 2016, Google sudah sangat ketat dalam hal ini. Konten Anda harus:
- Orisinal: Tidak menjiplak dari sumber lain. Google memiliki algoritma canggih untuk mendeteksi plagiarisme.
- Berkualitas: Tulisan yang baik, terstruktur dengan baik, bebas dari kesalahan tata bahasa dan ejaan. Informasi harus akurat dan bermanfaat bagi pembaca.
- Menarik: Konten yang menarik dan relevan dengan niche yang Anda pilih akan meningkatkan engagement dan waktu yang dihabiskan pengunjung di website Anda. Ini penting bagi Google untuk menilai kualitas website.
- Cukup Panjang: Meskipun tidak ada batasan panjang kata yang pasti, artikel yang lebih panjang (minimal 300-500 kata) umumnya menunjukkan komitmen terhadap kualitas konten.
- Konsisten: Update website secara teratur dengan konten baru menunjukkan komitmen dan aktivitas website yang sehat.

2. Kepatuhan terhadap Kebijakan Adsense:

Ini adalah poin yang sangat penting dan sering menjadi penyebab penolakan. Anda harus membaca dan memahami seluruh kebijakan Adsense dengan teliti. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:
- Konten yang Dilarang: Hindari konten yang bersifat dewasa, kekerasan, hate speech, diskriminasi, informasi yang menyesatkan, dan pelanggaran hak cipta. Google sangat tegas dalam hal ini.
- Penggunaan Keyword yang Sesuai: Jangan menggunakan keyword yang tidak relevan atau stuffing keyword (memasukkan keyword secara berlebihan). Fokus pada kualitas konten daripada optimasi keyword yang manipulatif.
- Desain Website yang Ramah Pengguna: Website harus mudah dinavigasi, mudah dibaca, dan memiliki tampilan yang bersih dan profesional. Hindari desain yang terlalu ramai atau sulit dipahami.
- Privasi Pengguna: Anda harus memiliki kebijakan privasi yang jelas dan mudah diakses oleh pengunjung. Ini penting untuk melindungi data pribadi pengunjung.
- Hak Cipta: Pastikan Anda memiliki hak untuk menggunakan semua gambar dan konten di website Anda. Gunakan gambar yang bebas hak cipta atau yang telah Anda beli lisensinya.

3. Trafik Website yang Cukup:
Meskipun tidak ada angka pasti, website Anda perlu menunjukkan tanda-tanda aktivitas dan engagement yang cukup. Google ingin melihat bahwa website Anda memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan iklan. Berikut beberapa indikator:
- Jumlah Pengunjung: Semakin banyak pengunjung, semakin baik. Namun, kualitas pengunjung lebih penting daripada kuantitas.
- Waktu yang Dihabiskan di Website: Pengunjung yang menghabiskan waktu lama di website Anda menunjukkan bahwa konten Anda menarik dan bermanfaat.
- Bounce Rate: Bounce rate yang rendah menunjukkan bahwa pengunjung tertarik dengan konten Anda dan tidak langsung meninggalkan website.
- Sumber Trafik: Google akan melihat dari mana trafik website Anda berasal. Trafik organik (dari mesin pencari) lebih disukai dibandingkan trafik dari sumber yang mencurigakan.
4. Kepemilikan Website yang Sah:
Anda harus menjadi pemilik sah website yang Anda daftarkan ke Adsense. Google akan memverifikasi kepemilikan melalui berbagai metode, termasuk verifikasi email dan kode verifikasi.
5. Metode Pembayaran yang Valid:
Anda harus memiliki metode pembayaran yang valid dan dapat menerima pembayaran dari Google. Ini biasanya berupa rekening bank atau layanan pembayaran online.
Strategi untuk Meningkatkan Peluang Penerimaan Adsense 2016 di Website Non-Hosted:
Karena kendala yang lebih ketat, website non-hosted memerlukan strategi khusus:
- Fokus pada Niche Tertentu: Memilih niche yang spesifik dan memiliki target audiens yang jelas akan membantu Anda menciptakan konten yang lebih berkualitas dan menarik.
- Bangun Otoritas: Tulis konten yang berbobot dan bermanfaat. Berikan nilai tambah kepada pembaca. Semakin banyak pembaca yang mempercayai dan menghargai konten Anda, semakin besar peluang Anda diterima di Adsense.
- Promosikan Website Anda: Promosikan website Anda melalui media sosial, forum, dan komunitas online yang relevan.
- Optimalkan SEO: Meskipun menggunakan platform non-hosted, Anda masih bisa melakukan optimasi SEO dasar untuk meningkatkan peringkat website Anda di mesin pencari.
- Buat Desain yang Profesional: Meskipun menggunakan template gratis, usahakan untuk membuat desain website yang bersih, rapi, dan mudah dinavigasi.
- Pastikan Kompatibilitas dengan Adsense: Beberapa platform non-hosted mungkin memiliki batasan dalam hal penempatan iklan Adsense. Pastikan platform yang Anda gunakan kompatibel dengan Adsense.
- Sabar dan Konsisten: Membangun website yang sukses membutuhkan waktu dan kesabaran. Tetap konsisten dalam membuat konten berkualitas dan mempromosikan website Anda.
Kesimpulan:
Daftar Adsense di tahun 2016 untuk website non-hosted memang menantang, tetapi bukan tidak mungkin. Dengan fokus pada konten berkualitas tinggi, kepatuhan terhadap kebijakan Adsense, dan strategi promosi yang tepat, Anda dapat meningkatkan peluang penerimaan dan memulai perjalanan Anda dalam menghasilkan pendapatan dari website Anda. Ingatlah bahwa kunci keberhasilan terletak pada konsistensi, kesabaran, dan komitmen terhadap kualitas. Jangan pernah mengabaikan kebijakan Adsense, karena pelanggaran dapat berakibat pada penolakan atau bahkan pembatalan akun. Selamat mencoba!



